Sebentar lagi sebagian besar remaja-remaja putri di seluruh belahan dunia akan disibukkan dengan agenda mereka membeli kado dan cokelat. Seluruh toko-toko souvenir dan pernak pernik berbau cinta dan kasih sayang akan dipadati oleh para remaja, demikian pula pedagang cokelat akan ramai diserbu pesanan cokelat cinta pada saat itu. Hari itu adalah tanggal 14 Februari, hari yang sebagian orang lebih dikenal dengan hari Valentine (Valentine Day). Hari Valentine dimaknai sebagai hari kasih sayang, yang lebih sempitnya lagi saat dimana seorang wanita memberikan cokelat atau kado kepada laki-laki yang mereka sayangi, atau yang mereka sukai secara spesial. Hal itu tidak hanya terjadi di luar negeri saja, tetapi di Indonesia pun para remaja tidak kalah antusiasnya merayakan hari tersebut. Semua ini karena pengaruh globalisasi. Globalisasi merupakan tantangan dan sekaligus peluang bagi eksistensi Agama Hindu. Tidak ada satu bangsa atau budaya apapun di belahan dunia ini yang tidak terlepas dari globalisasi atau era kesejagatan yang demikian tampak pesat mendera setiap bangsa. Berbagai produk budaya global telah merambah berbagai aspek kehidupan.
Minggu, 05 Februari 2012
KAKAWIN SUTASOMA
Kakawin Sutasoma adalah sebuah kakawin dalam bahasa Jawa Kuna. Kakawin ini termasyur, sebab setengah bait dari kakawin ini menjadi motto nasional Indonesia: Bhinneka Tunggal Ika. Motto atau semboyan Indonesia tidaklah tanpa sebab diambil dari kitab kakawin ini. Kakawin ini mengenai sebuah cerita epos dengan pangeran Sutasoma sebagai protagonisnya. Amanat kitab ini mengajarkan toleransi antar agama, terutama antar agama Hindu-Siwa dan Buddha. Kakawin ini digubah oleh mpu Tantular pada abad ke-14.
Sabtu, 21 Januari 2012
SIWA RATRI SEBAGAI MALAM KESADARAN
Sehari sebelum Tilem sasih Kapitu atau yang sering disebut prawaning tilem kapitu, umat hindu memperingati Hari Siwaratri. Jika di urut dari asal katanya, “siwa” itu dapat diartikan sebagai terang dan “ratri” itu dapat diartikan gelap. Jadi Siwaratri dapat diartikan bahwa yang terang telah menjadi gelap dan yang gelap menjadi terang kembali. Dalam diri manusia bersemayam Tuhan beserta sifat - sifat ketuhanan, namun seiring perjalanan hidup, kegelapan dan ilusi duniawi membuat manusia semakin lupa akan asal dan jati diri.
Sabtu, 02 Juli 2011
GALUNGAN
Hari raya suci keagamaan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pelaksanaan suatu ajaran agama. Dengan peringatan atau perayaan suatu hari suci keagamaan maka diharapkan pemeluk agama dapat lebih memantapkan kualitas rohaninya, baik itu secara internal, dalam hal ini adalah bagi diri pribadi dan sesama pemeluk agama. Maupun secara eksternal, dalam hal ini adalah antar pemeluk agama dan lingkungan sosial masyarakat yang bersifat heterogen.
Langganan:
Postingan (Atom)



