Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi sungai. Sang Ayah berkata kepada anaknya, Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati.
Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengar percakapan itu dari bawah permukaan air, ikan kecil itu mendadak gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, Hai tahukah kamu dimana tempat air berada? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati.
Ternyata semua ikan yang telah ditanya tidak mengetahui dimana air itu, si ikan kecil itu semakin kebingungan, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal yang sama, Dimanakah air?
Ikan sepuh itu menjawab dengan bijak, "Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita semua akan mati."
Apa arti cerita tersebut bagi kita. Manusia kadang-kadang mengalami situasi yang sama seperti ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya, bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya sampai-sampai ia sendiri tidak menyadarinya.
Rabu, 27 Februari 2013
Selasa, 26 Februari 2013
Kisah Seorang Mahatma Gandhi
Pasukan Inggris sebagai salah
satu tentara terkuat dan disegani dunia, kala itu harus ditarik mundur dari
India hanya karena kekuatan cinta seorang manusia kurus kering, berbaju sangat
sederhana, dan memakan apa yang dimakan sebagian besar rakyatnya. Beliau adalah
Mohandas Karamchand Gandhi, atau biasa dikenal dengan Mahatma Gandhi (Jiwa yang
agung).
Sebagai seorang pengacara
kenamaan, Gandhi seharusnya bisa menikmati kehidupan yang sangat nyaman di
Afrika Selatan. Namun perlakuan yang dialaminya sebagai warga kelas dua disana,
membuat ia selalu terbayang akan nasib bangsanya, yang masih hidup di bawah
penjajahan Inggris.
Ia pun meninggalkan semua kehidupan mewahnya di Afrika Selatan dan pulang kembali ke negerinya. Ketika turun dari atas kapal, Gandhi disambut hangat oleh rakyatnya. Ia diminta untuk naik ke atas panggung untuk berpidato. Namun, pidatonya begitu singkat : "”Terima kasih atas penyambutan Anda semua,”" kata Gandhi sambil memberikan salam khas bangsa India. Dengan rendah hati ia mengaku, bertahun-tahun meninggalkan negerinya, ia merasa tak tahu akan keadaan bangsanya, jadi tidak mungkin ia bisa berbicara banyak.
Senin, 25 Februari 2013
Sebuah Pelita
Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita. Orang buta itu terbahak berkata: “Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok.” Dengan lembut sahabatnya menjawab, “Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu.” Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut. Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta. Dalam kagetnya, ia mengomel, “Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!” Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.
Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta. Kali ini si buta bertambah marah, “Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!” Pejalan itu menukas, “Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!” Si buta tertegun.. Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf, “Oh, maaf, sayalah yang ‘buta’, saya tidak melihat bahwa Anda adalah orang buta.” Si buta tersipu menjawab, “Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya.” Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing.
Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta. Kali ini si buta bertambah marah, “Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!” Pejalan itu menukas, “Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!” Si buta tertegun.. Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf, “Oh, maaf, sayalah yang ‘buta’, saya tidak melihat bahwa Anda adalah orang buta.” Si buta tersipu menjawab, “Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya.” Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing.
Jumat, 22 Februari 2013
Setitik Noda Pada Mutiara
Ada seorang tua yang sangat
beruntung. Dia menemukan sebutir mutiara
yang besar & sangat indah, namun kebahagiaannya segera berganti menjadi
kekecewaan begitu dia mengetahui ada sebuah titik noda hitam kecil di atas
mutiara tersebut.
Hatinya terus bergumam, kalo lah
tidak ada titik noda hitam, Mutiara ini akan menjadi yang tercantik &
paling sempurna di dunia!!
Semakin dia pikirkan semakin
kecewa hatinya. Akhirnya, dia memutuskan untuk menghilangkan titik noda dengan
menguliti lapisan permukaan mutiara.
Tetapi setelah dia menguliti
lapisan pertama, noda tersebut masih ada.
Dia pun segera menguliti lapisan
kedua dengan keyakinan titik noda itu akan hilang.
Tapi kenyataannya noda tersebut masih
tetap ada. Lalu dengan tidak sabar, dia mengkuliti selapis demi selapis, sampai
lapisan terakhir. Benar juga noda telah hilang, tapi mutiara tersebut ikut hilang!!
Begitulah dengan kehidupan nyata,
kita selalu suka mempermasalahkan hal yang kecil, yang tidak penting sehingga
akhirnya merusak nilai yang besar...
Persahabatan yang indah puluhan
tahun berubah menjadi permusuhan yang hebat hanya karena sepatah kata pedas
yang tidak disengaja .....
Keluarga yang rukun dan
harmonispun jadi hancur hanya karena perdebatan-perdebatan kecil yang tak penting ...
Yang remeh kerap dipermasalahkan..
Yang lebih penting dan berharga
lupa dan terabaikan...
Seribu kebaikan sering tak
berarti...
Tapi setitik kekurangan diingat
seumur hidup......
Mari belajar menerima kekurangan
apapun yang ada dalam kehidupan kita...
Bukankah tak ada yang sempurna di
dunia ini ...?
Langganan:
Postingan (Atom)