Senin, 15 Oktober 2012

Dunia Ini Adalah Asrama Kehidupan


Masyarakat Hindu amat beruntung mempunyai banyak jiwa-jiwa yang telah mendapatkan pencerahan untuk menuntun kita sepanjang jalan spiritual. Pengajaran mereka amat dalam dan sungguh kuat mereka penetrasikan ke dalam kesadaran kita dan memberi kita penglihatan batin yang baru tentang bagaimana memaksimalkan kemajuan spiritual dalam hidup ini.
Guru kami, Yogaswami, Jaffma, dari Sri Lanka, memberi kami sesuatu yang berharga ketika ia mengatakan, “Dunia ini adalah sebuah asrama, suatu latihan yang mendasar untuk mencapai moksa, kebebasan.” Pernyataan Yogaswami mempunyai hubungan dengan puisi William Shakespeare “Seperti Kamu Menyukainya.”
Seluruh dunia ini adalah sebuah panggung, dan seluruh manusia semata-mata hanyalah para pemain, mereka punya jalan keluar dan jalan masuk, dan seorang manusia memainkan berbagai peran, ia bersaksi selama tujuh abad.

Senin, 01 Oktober 2012

Empat Orang Brahmin


Di sebuh kota tinggalah empat putra dari para brahmin. Mereka bersahabat satu sama lain. Tiga orang brahmin tersebut sangat ahli dalam ayat-ayat dan sastra-sastra tetapi tidak memiliki akal sehat. Sedangkan brahmin ke empat tidak ahli dalam sastra-sastra tetapi memiliki akal sehat. 

Persatuan Burung


Ketika itu hari masih pagi, sekelompok burung merpati terbang mencari makanan disekitar sawah yang baru saja selesai di panen. Merpati putih berkata; aku lapar,  kapan kita menemukan makanan ?. Sabarlah, kata merpati tua, kita akan segera mendapatkan makanan. Merpati putih berteriak dengan gembira, bahwa ia dapat melihat banyak butir padi berceceran di rerumputan. Sekelompok burung merpati terbang menuju rerumputan. Merpati hitam berkata; cobalah sedikit hati-hati, tampaknya seperti ada perangkap. Mereka lalu turun hinggap di atas rerumputan dan mulai mematuki butir-butir padi itu. Mereka semua sibuk makan dan tidak menyadari seorang pemburu burung bersembunyi dibalik cabang sebatang pohon . 

Tamu Idola


Dalam penggalan ceritra purana, ada  disebutkan seorang raja, yang sangat arif dan bijaksana.   Nama Beliau Adalah Raja “Setya Vreta” Beliau sangat rajin melakukan Bhakti  konon katanya Puja Bhakti waktu hampir tidak pernah ditinggalkannya, dalam  kesehariannya beliau memakai pemujaan dalam altar dengan memakai “ARCANAM”. Akhirnya dari ketekunan inilah sang raja mendapatkan kemantapan hati dan kemurnian Vibrasi. Dari kemurnian hati inilah beliau mendapatkan pemahaman hidup kita di dunia ini, sesungguhnya “UNTUK APA SAYA TERLAHIR DI DUNIA INI” terlebih lagi sang raja yang memiliki kepekaan yang cukup berat terhadap kerajaan yang beliau naungi. Prinsip sang raja adalah suatu keharusan untuk memiliki sikap mental yang lebih tegar dari rakyat, singkatnya menjadi orang No 1 adalah harus mempunyai sesuatu yang lebih, bukan hanya umbar janji. Semakin tinggi pohon itu, maka semakin kuatlah terpaan angin yang mencoba untuk merobohkannya.