Senin, 01 Oktober 2012

Empat Orang Brahmin


Di sebuh kota tinggalah empat putra dari para brahmin. Mereka bersahabat satu sama lain. Tiga orang brahmin tersebut sangat ahli dalam ayat-ayat dan sastra-sastra tetapi tidak memiliki akal sehat. Sedangkan brahmin ke empat tidak ahli dalam sastra-sastra tetapi memiliki akal sehat. 

Persatuan Burung


Ketika itu hari masih pagi, sekelompok burung merpati terbang mencari makanan disekitar sawah yang baru saja selesai di panen. Merpati putih berkata; aku lapar,  kapan kita menemukan makanan ?. Sabarlah, kata merpati tua, kita akan segera mendapatkan makanan. Merpati putih berteriak dengan gembira, bahwa ia dapat melihat banyak butir padi berceceran di rerumputan. Sekelompok burung merpati terbang menuju rerumputan. Merpati hitam berkata; cobalah sedikit hati-hati, tampaknya seperti ada perangkap. Mereka lalu turun hinggap di atas rerumputan dan mulai mematuki butir-butir padi itu. Mereka semua sibuk makan dan tidak menyadari seorang pemburu burung bersembunyi dibalik cabang sebatang pohon . 

Tamu Idola


Dalam penggalan ceritra purana, ada  disebutkan seorang raja, yang sangat arif dan bijaksana.   Nama Beliau Adalah Raja “Setya Vreta” Beliau sangat rajin melakukan Bhakti  konon katanya Puja Bhakti waktu hampir tidak pernah ditinggalkannya, dalam  kesehariannya beliau memakai pemujaan dalam altar dengan memakai “ARCANAM”. Akhirnya dari ketekunan inilah sang raja mendapatkan kemantapan hati dan kemurnian Vibrasi. Dari kemurnian hati inilah beliau mendapatkan pemahaman hidup kita di dunia ini, sesungguhnya “UNTUK APA SAYA TERLAHIR DI DUNIA INI” terlebih lagi sang raja yang memiliki kepekaan yang cukup berat terhadap kerajaan yang beliau naungi. Prinsip sang raja adalah suatu keharusan untuk memiliki sikap mental yang lebih tegar dari rakyat, singkatnya menjadi orang No 1 adalah harus mempunyai sesuatu yang lebih, bukan hanya umbar janji. Semakin tinggi pohon itu, maka semakin kuatlah terpaan angin yang mencoba untuk merobohkannya.

Senin, 24 September 2012

Kematian Subali: Karma Phala dan Sebuah Keputusan


Dikatakan bahwa Sri Krishna di zaman Dwapara Yuga adalah reinkarnasi dari Sri Rama di zaman Treta Yuga. Dan, karena Sri Rama pernah membunuh Subali dengan anak panah, maka dikatakan oleh sebagian orang bahwa Sri Krishna pun meninggal akibat anak panah. Sri Krishna memilih karma terbunuh oleh anak panah untuk mengakhiri mewujudnya Dia di dunia. Beberapa orang suci pun memilih akhir hidupnya di dunia dengan cara yang sama. Di bawah ini adalah petikan salah satu versi dari sebuah kisah. Dan, kisah adalah menyangkut rasa, dan rasa melampaui logika. Yang penting dari sebuah kisah adalah bukan benar/tidaknya sebuah kisah, akan tetapi apakah kita dapat menarik pelajaraan berharga dari kisah tersebut atau tidak?

Sri Rama dalam menjalani kehidupannya, telah meninggalkan tahta kerajaan dan kemudian dalam perjalanannya juga kehilangan istrinya. Hanuman keponakan Sugriwa dan Subali menyampaikan peristiwa konflik antara Sugriwa dan Subali yang disebabkan perebutan tahta dan juga istri. Hanoman begitu bertemu Sri Rama langsung patuh dan ikut ke mana pun Sri Rama pergi. Akan tetapi dia mohon bantuan Sri Rama untuk menyelesaikan konflik antara kedua pamannya. Sugriwa berjanji akan membantu Sri Rama menemukan Sita dengan mengerahkan seluruh pasukan kera setelah selesai masalahnya dengan Subali.