Rabu, 06 Februari 2013

Gunung dan Hutan Itu Mendamaikan



Mendaki Gunung Dan Menjelajah Hutan

Kadang kadang aku bertanya pada saat kami berkemah dan berada disekitar api unggun.
Apa yang kami cari jauh begini mendaki gunung?
Apa gunanya?
Apa kurang kerjaan atau perlu ke dokter jiwa atau bagaimana?
Dalam hening malam sepi terkadang kita mendengar jawabannya.
Ditengah hutan dipuncak yang jauh, tinggi dan sepi, seakan ada jawabannya.

Kalau kita jauh dari kota, jauh dari orang banyak, tanpa radio, tv, dvd atau telephone, kita bisa lebih tenang.
Mata kita lebih melihat.
Pendengaran lebih mendengar.
Perasaan lebih merasa.
Penglihatan lebih melihat.

Makanan apa saja jadi lebih enak
Soalnya selain tak banyak yang bisa dibawa, apa yang ada pun jadi syukur kepada Tuhan.
Kawan kawan yang di kota agak jauh malah jadi dekat disini.
Soalnya nyawamu ditangan mereka.
Kalau ada apa apa, merekalah yang menolong.
Orang lain masih 3 hari jalan kaki dari sini, baru ketemu.
Hidup tanpa mereka alangkah sepi

Kalau kau mau tahu arti sepi, pergilah seorang diri untuk seminggu ketempat sunyi di gunung atau di hutan.
Rasakanlah, bagaimana pun kau marah dengan seseorang, rasa marahmu jadi tak berarti.
Dalam sejenak kau sudah lupa.
Disitulah kau tahu apa arti seorang kawan

Bayangkanlah senja kau berada dipuncak Rinjani dan menatap gunung Tambora jauh ditanah Sumbawa sementara gunung Agung yang berselimut awan puncaknya muncul ditanah Bali
Sangatlah tak mungkin ditengah segalanya kau tak bicara tentang Tuhan
Bagi kami mendaki gunung bagaikan upacara agama.
Ziarah ketempat suci
Orang Jepang pergi mendaki Gunung Fuji, orang di India pergi ke Himalaya dan orang Israel pergi ke Gunung Sinai dan sebagainya dimana saja.

Walaupun kami capek letih, dekil, kumal dan kurus, wajah berseri dan mata bersinar.
Kami tak pernah kapok.
Terkadang kalau kelamaan dikota, kaki jadi gatal dan jiwa jadi resah.
Nampaknya waktu untuk mendaki gunung dan menjelajah hutan telah tiba
Sudah ada beberapa yang kami pernah tahu atau kenal, tewas di gunung.
Tapi alangkah sia sianya hidup kalau kita tak berani hidup.
Berani mati sih susah tapi berani hidup lebih berat
Kepada semua sobat musafir pengembara, pendaki gunung, yang berkemah dan jelajah alam, semoga kau jumpa apa yang kau cari
All the best.

Sumber: Sarikata

Tidak ada komentar:

Posting Komentar