Minggu, 04 Maret 2012

Kepercayaan

Seorang guru besar yang tinggal di sebuah mandir (pura) di tepi sungai yang lebar dan mempunyai banyak murid di seluruh pelosok negeri, sekali waktu mengundang semua muridnya dengan mengatakan bahwa ia ingin melihat semuanya sebelum kematiannya segera datang.

Murid-murid yang menjadi kesayangannya, yang selama ini selalu bersamanya sangat khawatir melihat keadaan tersebut dan memikirkannya siang dan malam. Mereka mengira gurunya pasti akan membuka rahasia padanya yang dapat membuat mereka jadi orang besar sepertinya, tapi mereka semua khawatir, jangan-jangan mereka kehilangan kesempatan baik tersebut dan dengan penuh perhatian mereka menunggu kesempatan dimana rahasia akan diungkapkan.

Selama ini gurunya telah mengajarkan kepada mereka banyak mantra suci namun yang mereka dapatkan tidak bertuah sehingga mereka berpikir bahwa gurunya masih merahasiakan cara yang membuatnya jadi orang besar sepertinya.

Murid-murid dari berbagai penjuru telah berdatangan dan menunggu dengan harap penuh.

Di tempat lain, seorang muridnya yang sangat sederhana yang tinggal jauh di seberang sungai juga datang. Tetapi pada saat itu sungai sedang banjir, bahkan semua perahu hanyut oleh air sungai itu, namun muridnya ini tidak boleh menunggu, sementara di tempat lain gurunya telah tiada. Ia tidak boleh tertinggal, tetapi apa yang bisa dilakukannya?
Ia teringat dengan mantra gurunya yang telah diajarkan kepadanya, yang penuh dengan kekuatan dan dapat melakukan apa saja.

Dengan segala kepercayaannya, ia mengucapkan mantra tersebut, sambil berjalan di atas air sungai yang sedang banjir. Semua murid-murid yang melihatnya begitu keheranan melihat kekuatan yang dimilikinya. Dan mengakuinya sebagai orang yang dulu lama tinggal bersama gurunya. Tapi karena suatu hal ia pergi setelah diajarkan mantra rahasia oleh gurunya.

Murid-murid yang lain mengira gurunya telah memberikan mantra rahasia ini kepadanya. Mereka menuntut gurunya, dengan alasan apakah ia telah menipu mereka walaupun mereka telah melayaninya dengan segala kerendahan hati selama bertahun-tahun dan memberikan rahasia pada orang asing, yang datang hanya sehari saja, beberapa waktu yang lalu.

Gurunya dengan tersenyum menenangkannya dan memanggil muridnya yang sederhana untuk mendekat padanya dan menyuruh menceritakan kepada murid-murid yang lainnya apa yang telah ia ajarkan tempo dulu.

Beberapa murid begitu takjub ketika mereka mendengar murid yang sederhana ini hanya mengucapkan nama "Kudu-kudu" dengan segala bhakti, penuh hormat dan rasa percaya.

"Lihatlah" kata gurunya, "Dalam kepercayaannya ia telah mendapatkan kunci rahasianya. Bahkan ia dianugrahi dengab rasa bhakti, konsentrasi dan penuh kepercayaan. Tetapi begitu kalian ragu, walaupun aku telah mengajarkan mantra yang mempunyai kekuatan maha dahsyat sekalipun. Ini mengacaukan konsentrasimu.

Kalian terus memikirkan tentang ketidaksempurnaan mantra. Konsentrasi yang tidak intensif dan tanpa kepercayaan pada ketidaksempurnaan inilah yang membuat kalian semua tidak sempurna"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar